Isnin, 19 Januari 2009

Gadis Bertudung Itu (Puisi Penuh)




Gadis Bertudung Itu (1)


Pancaran matahari membahangi tubuh

Aliran peluh terjurai kelemasan

Langkah longlai dengan keletihan

Lemah tidak bermaya segalanya


Sekujur tubuh melintasi pokok tanjung itu

Langkah dicorak tersusun indah

Tiupan angin menerbangkan tudung putih itu

Pasti tersentak siapa melihat


Gadis bertudung putih itu

Dianyam keayuan

Diikat kejelitaan

Amat mempersonakan


Terpegun terang bersinaran

Inginku salutkan mawar merah ditangannya

Keindahan bulan dan bintang fikirku

Tiupan bayu anggapanku

Tapi hanya ilustarasi bagiku


Gadis bertudung itu

Duduk disuatu penjuru

Jelingan mata tepat ke arahku

Menggelabah tubuhku yang kaku


Awan dilangit menghiasi hari

Terang, indah mempersona

Lalang-lalang beralun dibuai angin

Hatiku bergelora dibadai perasaan

Gadis bertudung itu…


Mungkin khayalan pantas bermain

Mungkin juga kenyataan pasti bermangkin

Gadis bertudung itu

Inginku bersuara sesuatu

Tapi lidahku kelu dan beku

Biarlah ia bermain dalam fikiranku….


apiz-rage-

02/03/07

(e319/kk3/um)



Gadis Bertudung Itu (2)


Kerlipan bintang di malam hari bersinar terang menghiasi awan

Cahaya bulan melimpahkan bayang-bayang mencorakkan sekujur tubuh

Gerakan kakinya lembut di atur cuba menghilang di sebalik taman mawar

Entah ke mana menghilang ia berlalu.

Tiupan angin sejuk itu mengigilkan tubuh badanku

Aku cuba memeluk tubuh menghangatkan keadaan

Namun ternyata aku tewas tanpa apa-apa

Semalam..

Gadis bertudung itu muncul kembali di hadapanku

Aku makin membeku.. terkaku.. malah makin kelu

Ulitan keayuan wajahnya benar-benar mencengakam hatiku

Aku cuba memejam mata melarikan diri ke dalam belukar

Menjerit dalam mimpi tidurku, berteriakan dalam selimutku

Namun.. namun aku masih tewas

Ternyata aku tidak dapat melepaskan apa yang terbuku dalam hatiku.

Mawar putih yang yang gugur di hempasi angin jatuh tepat di hadapanku,

Gadis bertudung itu semakin bercerita dalam fikiranku..

Tudung putih… bersih suci..

Memang aku terulit dengan perasaan yang kabur, tanpa arah..

Gadis bertudung putih bercermin mata itu…

Hanya bermain sebagai kenangan hidupku…

apiz-rage-

e319/kk3/um

(01.05.07)


Gadis Bertudung Itu (3)


Gadis bertudung bercermin mata itu mengelamun di tepi tingkap

Melihat kehidupan yang akan mengikat

Walau samar, kabur dan tidak terang tapi mungkin ia nyata

Berdiri di hadapan mata, membelakangkan langsirkan kehidupan lalu,

Gadis bertudung itu cuba mengikat perjanjian setia

Yang di ukir di suatu pohon

Di saksikan burung merpati putih bertemankan gagak hitam

Mungkinkah perjanjian itu kekal abadi?

Gadis bertudung itu...

Walau di umpan suatu kemesraan di hadapan diiringi sejambak mawar putih

Masih teguh, kukuh, gagah mempertahankan janji setia.

Aku cuba melenturkan perjanjian itu namun nyata aku tewas,

Walau ku lemparkan sebuah senyuman

Gadis bertudung itu menepis dengan pandagan tajam yang membara

Salah kah aku?

Bukan niatku untuk merosakkan taman yang kau cipta,

Aku Cuma mengidamkan sebuah tempat dalam taman mawar itu

Tapi gadis bertudung itu mematahakan dahan mawar yang baru bersemi.

Biar pun gadis bertudung itu menolak undangan sekuntum mawar dalam taman itu

Aku akan semaikan dalam sebuah pasu yang indah dengan ukiran

Biar jauh, di tolak, di halang

Aku dekatkan dengan ukiran pasu mawar itu.

Takkan ku biarkan lalang merosakkan mawar putih bersih

Walau si gadis bertudung menutup pagar taman itu akan terus ku semaikannya dalam Sebuah pasu!

Gadis bertudung bercermin mata itu..

Biarlah senyumanmu aku letakkan dalam hatiku

Walau aku tak memilikimu

Aku miliki suatu kepuasan hidup melihat keindahan hidupmu

Kau tutup taman itu

Akan ku buka suatu masa nanti..

Biarlah.... gadis bertudung bercermin mata itu.....

Belum berakhir lagi nostalgia kisah hidupmu............

-apiz-rage-

15/05/07

Likas, Kota Kinabalu



Gadis Bertudung Itu (4)


semalam…

di bawah cahaya lampu itu aku terpandang seorang insan

kemas berbaju kurung hitam bertudung hitam

gadis itu tunduk dengan tanda tanya

mungkin senyuman itu di sembunyikan

mungkin...

atau pun mungkin ianya satu kedukaan..

mungkin...

di mana taman syurga yang bersinar itu?

satu tanda tanya yang takkan terjawab oleh coretan kata

di mana sinar bahagia itu?

mungkin tidak terukir dengan lukisan indah

tapi siapakah gadis bertudung itu?

ianya pasti bukan bertudung putih atau pun merah...

gadis bertudung itu...

kenapa kau tidak melemparkan senyuman sesinar bulan yang terang?

mestikah kau tunduk menghadap bumi kalanya aku melihatmu?

perlukah kau memejamkan matamu tika aku bersuara?

serba hitam kau malam ini..

indah dengan tudungmu berwarna hitam..

mana yang putih?

kau gantikan dengan warna yang suram mungkin hatimu tidak sesuram langit yang gelap

aku andaikan...

tiupan angin yang mengigilkan tubuh pastinya bukan semulajadi

angin penghawa dingin...

tidak terusik sedikit pun tudungmu itu..

tetap kemas, indah, juga mempersona..

gadis bertudung itu duduk di suatu penjuru?

kelihatan suram tapi kenapa?

gadis bertudung itu seperti selalu

menganyam kejelitan yang sendiri sukar untuk aku ungkapkan..

dalam..

sungguh dalam maknanya..

titik-titik pen hitam yang aku ukirkan ada suatu makna..

tapi ianya tidak terungkai..

walaupun aku menyulam lalang-lalang tapi tiada siapa yang mengerti..

biar angin malam..

cahaya bulan..

bintang bersinar..

tiada yang mengerti!

afdalnya aku bercerita dengan pohonan..

untuk apa?

tidakkah gila namanya?

lebih molek bercerita dengan awan..

mungikin ada jawapan!

gadis bertudung itu...

aku semakin tidak mengenali dirimu..

biar kulihat wajahmu kau tetap tunduk membisu..

aku sememangnya kagum denganmu....

-apiz-rage-

e212/kk3/UM

18.08.07



Gadis Bertudung Itu (5)


Hari itu sehampir awan inginku bersuara

bercerita, berkata mungkin jua memberi riak yang indah

tapi itu semua igauan

igauan setiap siapa yang mengenalinya

pelik tapi ini kenyataan duniawi yang perkabaranya suram...

Gadis bertudung itu

semakin kagum aku melihat dirimu

tetap indah semakin mepersona!

hatiku takkan berubah begitu juga prisepsiku

tapi aku tau semua itu igauan semata

igauan dunia....

Gadis bertudung itu sudah terlalu lama aku tidak melihatmu duduk di sudut penjuru itu

kemana menghilang?

atau sengaja bersembunyi?

saban hari aku menantimu

senyumanmu

jelinganmu

juga jejak langkahmu...

biar hari ini, hari lalu, atau hari depan aku tak melihat dirimu

tapi kau tetap dalam ingatanku

siang, malam takkan lesap seperti angin kelam

Gadis bertudung itu hari ini mungkin tudungmu putih

mungkin juga biru agaknya

tapi tetap mempersona dengan tudungmu yang hitam...

seperti di bawah sinar lampu

tidakkan lesu

lalu itu yang mengikatkan syahdu..

Dia….

Dia….

Dia….

Dia Gadis bertudung itu…

akan ku lakarkan cerita hidupmu

walaupun bukan buatku

tapi ini suatu cerita yang akan berlalu...

Gadis bertudung itu simpanlah cerita hidupmu......

apiz-rage-

28.08.07

e212/kk3/um




Gadis Bertudung Itu (6)


Kali ini memangnya bintang takkan berkelip indah

bulan takkan secerah menerangi malam

biarkan suram tanpa cahaya

biarkan senyuman tanpa kata-kata...

Gadis bertudung itu...

titik-titik nota itu semakin layu

puas di pujuk rayu

hinggakan percahnya gelas dihempap pintu

tapi kau tetap membisu...

Malam ini... mungkin juga pagi ini...

tiap baris coretan indah

akan lenyap...

lenyap bersama hembusan angin

yang takkan bisa tertangkap

biarpun jahitan putih itu menyulam segalanya....

Gadis bertudung putih bercermin mata itu

kau masih seperti tidak mengenali dirimu

berkali coretan-coretan ini menggambarkanmu

tapi....

kau tetap keras menganggap itu bukan dirimu...

Biarlah...

hari ini seperti hari-hari lalu

aku duduk menunggumu

tanpa senyuman

tanpa jelingan indah yang pasti takkan kembali...

Pohonan tanjung itu melakarkan sesuatu

di sudut penjuru itu aku mengingat dirimu

gerak langkahmu menceritakan seribu cerita baru

puisi ini untuk mengenang seluruh kisah hidupmu

Gadis bertudung putih bercermin mata itu

engkau tahu siapa dirimu...............................

-apiz-rage

07.09.07

(e212/kk3/um)




Gadis Bertudung Itu (7)


Hari ini seperti semalam jua

Bila malam memekat kehitaman

Wajahmu terbayang seperti lukisan indah

Yang menawan

sungguh mempersona

Gadis bertudung putih itu

Berlalu seperti angin malam

Sepi tanpa bahasa

Menawan seperti bunga di taman

Seindah kata-kata yang terukir

Melambangkan coretan kasih yang tak tercapai

Langkahmu yang teratur kemas

memukau setiap pelosok alam

Pohonan tanjung itu

tidak semeriah seperti dahulu

Sepi tanpa riang

Bagaikan kubur tak terjaga

Mungkin awan gelap itu ingin bercerita

Menjadi titisan kisah

Yang semakin melara

Tanpa sebarang arah

Cerminan bayangan

Terpukau dalam fikiran

Gadis bertudung putih

Semakin hilang tanpa kesan

Di balik langsir hijau

Tidak lagi terselak

Melihat bunga yang mekar

Tanpa berteman

Gadis bertudung bercermin mata

Tampalan rindu tidak terjaga

Jahitan kasih takkan berubah

Walau kau memejamkan mata….

apiz-rage-

08.08.08

(e212/kk3/um)




2 ulasan:

Lynda berkata...

soo sweett~~ kan2??

apiz-rage- berkata...

mmg pon bha...muhahahahaha