Isnin, 23 Februari 2009

Dia




--> -->
Cahaya bulan itu
Menerangi denai-denai kecil
Bagaikan menanti bintang
Menanti awan yang bergerak indah
Di tangan ini digengam bunga mawar putih
Yang takkan sendiri aku lepaskan
Walau anai-anai mengikis kekuatan dariku
Dia yang ku nanti takkan aku sesali
Biar tiupan yang mungkin bodoh didengari
Tapi hanya satu yang aku inginkan
Bertaktah dengan mahkota di sebuah pulau
Bersama intan yang amat berharga buat diriku
Dia Gadis bertudung itu
Di kaki gunung
Di dasar lautan
Juga di bumi indah
Takkan berubah sezarah pun
Infra merah kau nyala
Beribu cahaya dalam kegelapan
Meghalusi lingkaran indah
Dia Gadis bertudung itu
Dia...
Bukan aku berhalusinasi
Hujan yang mungkin teus menghalusinasi
Angin yang takkan kelam mengabarkan cerita
Beribu burung pungguk menanti awan
Takkan hilang sekelip mata
Dia
Terus aku pinginkan
Aku terus mengidamkan
Walau sikit Dia tidak menoleh
Tapi biar aku terus mengkabarkan
Dia Gadis bertudung putih
Di pagar kecil sebuah taman akan ku simpankan
Dalam kotak kecil indah ukiran-ukiran
Indahnya koma dalam tulisan
Melambang persona dalam senyuman...
Dia....
Kau tahu siapa dirimu
Kau ingat apa yang berlaku
Bukan sinaran matahari yang mencintaimu
Tapi biarla aku tetap bersedu
Sebabnya bulan yang indah takkan ada di siang hari
Bintang yang persis takkan hadir bersama Cahaya terang
Tapi kau tetap si Dia yang aku Kagumi....
-apiz-rage-
23.02.09
e212/kk3/um

4 ulasan:

Haslinda Hazman berkata...
Ulasan ini telah dialihkan keluar oleh pengarang.
kristal merah berkata...

Dia,
Ungkapan yang penuh makna pada zahirnya,

Siapakah gerangan di sebalik dia?
Hingga telah membuat sukma bergelora,
Bukan angin pastinya yang menggoncang sukma,
Tapi dia,

Siapakah dia?
Bidadari dunia atau syurga?

Bulu roma bagai disentuh tatkala dia digambarkan,
Minda terus menerawang,
Berlegar-legar riang mencari dia,

Jika dia nilainya umpama mutiara di dasar lautan,
Semahunya tidak akan aku lepaskan,

Seluruh kudrat yang aku miliki,
Pasti akan aku kerah seadanya,
Akan aku lawan gelombang,
Akan aku selami lautan samudera,
Akan aku genggam mutiara indah itu,

Tapi jika aku sampai di dasar lautan,
Hanya kilauan saja yang sudi diberikan,
Hampa dan kecewalah sukma terunaku,

Jika hanya kilauan saja yang mampu diberinya,
Lebih baik aku mencari intan dan berlian di daratan.

-kristal merah-

Mohd Al-Hafidz Mohd Lokman berkata...

hahaha.. bagos ko smpan entri ne wan.. hakhakhak....

kristal merah berkata...

astu cadangan yg baik....hahahaha